8 Kepatuhan Target Denda Operasional Tahun 2022, Denda Elektronik Bagi Pelanggar Lalu Lintas

– Kollantas Polri saat ini sedang dalam proses kepatuhan Juni 2022.

Kursus kepatuhan akan berlangsung selama 14 hari hingga 26 Juni 2022.

Mengutip korlantas.polri.go.id, operasi patuh sedang dilaksanakan untuk meningkatkan kepatuhan dan disiplin lalu lintas secara keseluruhan.

Selain itu, operasi adaptif sedang dilaksanakan untuk mengurangi tingkat kematian korban kecelakaan lalu lintas.

Korlantas Polri akan melakukan pendekatan yang manusiawi, baik secara langsung di lapangan maupun menggunakan media sosial dalam melakukan proses penertiban ini, melakukan sosialisasi, edukasi, dan himbauan simpatik kepada masyarakat.

Corlantas Poli mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan fisik kendaraannya, menyiapkan dokumen untuk berkendara, dan selalu menaati peraturan lalu lintas.

Berikut delapan target yang harus dibenahi dalam proses kepatuhan 2022, dikutip dari korlantas.polri.go.id:

1. Mengemudi melebihi batas kecepatan

2. Konflik arus lalu lintas

3. Mengemudi dalam keadaan mabuk

4. Tidak menggunakan helm ber-SNI.

5. Tidak memakai sabuk pengaman

6. Bermain Ponsel Pintar

7. Anak di bawah umur tanpa SIM

8. Untuk sepeda motor, kenyamanan berkendara melebihi kapasitas.

Kapolres juga mengatakan bahwa dengan prosedur ini, semua pelanggaran akan ditangani secara elektronik.

Eddy berbicara sebagai Presiden Kollantas Polri Kombes Polri (6/6). / 2022).

Dengan demikian, Anda dapat yakin bahwa proses kepatuhan ini tidak akan menegakkan penegakan hukum dengan tiket manual.

Apa itu ETLE atau e-tiket?

Electronic Ticket atau Electronic Traffic Law Application (ETLE) merupakan sistem ticketing modern yang diterapkan di beberapa wilayah Indonesia.

ETLE, dikutip korlantas.polri.go.id, merupakan sistem penegakan hukum lalu lintas berbasis IT yang menggunakan kamera dan terekam secara real time untuk menindak pelanggar lalu lintas.

Dalam mekanismenya, e-ticketing menghilangkan kebutuhan petugas polisi untuk memantau dan berinteraksi dengan pengemudi yang melakukan pelanggaran.

Penumpang lalu lintas yang selanjutnya diberikan tilang akan dikenakan sanksi berupa surat atau mesin notifikasi tergantung pelanggarannya.

Seseorang yang melakukan kejahatan harus membayar denda baik di tempat maupun melalui sidang pengadilan.

E-tiket ini, atau ETLE, memastikan penerapan hukum yang sama dan paling efektif untuk semua pihak dalam transportasi.

(/Oktavia WW)

Leave a Reply

Your email address will not be published.